Film
The Pirate Bay: Away from Keyboard ini mengulas seputar perjalanan kasus para
co-founder TPB saat menjalani persidangan dari awal hingga akhir. Dimulai dengan pelanggaran Hak cipta intelektual, beberapa pihak hollywood mengaku merasa dirugikan oleh TPB.
Kalo dilihat secara mendasar, pihak TPB bisa dibilang tidak melanggar hukum hak cipta karena pada mulanya TPB hanya berperan sebagai wadah bagi para penggunanya supaya bebas menyampaikan informasi dalam bentuk apapun. Sayangnya seringkali kebebasan ini disalahgunakan oleh pengguna dengan mengunggah informasi atau konten yang mengandung hak cipta yang tata cara peredarannya dilindungi oleh hukum. Seharusnya jika pihak perwakilan Hollywood ingin menuntut ganti rugi, para pengguna yang melanggar inilah yang harusnya dipanggil ke persidangan.
The Pirate Bay: Away from Keyboard mampu menggambarkan suatu kisah dimana orang kecil lah yang disalahkan saat orang besar gagal untuk berevolusi dan beradaptasi terhadap sistem distribusi konten karya cipta. Dua generasi yang berbeda gagal dalam berkomunikasi karena perbedaan pengalaman dan masa hidup. Ini bukan film tentang akhir dari pembajakan. Ini adalah film tentang kekuatan ideologi sekecil pihak yang kalah oleh kerapuhan hukum dan peraturan yang dibuat oleh umat manusia yang jelas-jelas terdapat kecacatan di dalamnya.