Pemuda tidak luput dengan sosialisasi. Pemuda tanpa bersosialisasi
akan menjadi pemuda yang buta arah akan masa depannya, dan cenderung menjadi
orang yang tertutup. Banyak cara yang dapat dilakukan pemuda untuk
bersosialisasi, seperti mengikuti suatu organisasi, menolong sesama, gotong
royong, berinteraksi dengan sesama dan masih banyak lagi. Beberapa cara yang
saya lakukan dalam berinteraksi adalah mengikuti beberapa organisasi yang di
antaranya :
1. Remaja Ceria Jakarta Pusat
Remaja Ceria
adalah ajang pemilihan Duta Remaja yang di buat oleh pemerintah untuk
mengembangkan minat dan bakat para remaja. Remaja Ceria terdiri atas 5 bagian,
Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta
Selatan, dan saya mengikuti bagian Jakarta Pusat.
Hal-hal yang saya lakukan saat saya
pertama mengikuti Remaja Ceria adalah audisi. Tahap audisi ini diikuti oleh
kurang lebih 200 pemuda. Lalu disaring menjadi 60 besar, dan saya lolos.
Keesokan harinya audisi menjadi 30 besar dan 30 besar itu akan menjadi Finalis
Remaja Ceria Jakarta Pusat yang akan di karantina selama kurang lebih satu
bulan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan untuk malam final dan mengikuti
event-event.
Saya lolos dan menjadi Finalais.
Saat latihan para pelatih mendidik para finalis dengan tegas agar mendapatkan
hasil yang maksimal. Pada minggu pertama kita berlatih catwalk, saya kita
catwalk hanya berjalan biasa, namun saat dicoba saya mengalami banyak kesalahan
dan harus mengulang beberapa kali, namun saya tidak patah semangat untuk terus
mengikuti pelatihan. Setelah berlatih catwalk kita berlatih dance.
Koreografernya pun melatih kita dengan tegas. Push-up, sit-up pun dilakukan
bagi yang melakukan kesalahan pada latihan, namun itu semua menjadikan kita
agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Pada minggu ke dua. Kita berlatih
public speaking dan Q n A. Pada pelatihan public speaking, kita diajarkan
bagaimana berbicara di depan public dengan baik dan benar, bagaimana cara
berpresentasi suatu artikel atau makalah yang baik dan benar, dan masih banyak
lagi. Q n A adalah Question and Answer, itu adalah pelatihan untuk malam final
dimana saat kita diberi pertanyaan dari para juri, kita harus menjawab dengan
singkat, padat, dan berisi serta baik dan benar. Minggu ke tiga dan ke empat
kita melakukan beberapa event dan games outdoor, seperti mengikuti
seminar-seminar, menjual kartu poling untuk pemenang favorit di bunderan HI,
dan masih banyak lagi. Saat mengikuti seminar seperti seminar anti narkoba,
kita di ajarkan untuk menjadi seorang pemuda yang anti akan narkoba, dan di
akhir acara kita mendapat sertifikat menjadi Duta anti narkoba. Saat menjual
poling di bunderan HI, kita di haruskan untuk menjual dan mensosialisasikan
tentang Remaja Ceria di depan public saat car free day. Lalu ada juga photo
shoot yang mengajarkan kita untuk menjadi model saat di foto, Presentasi
beberapa artikel, pemilihan the best catwalk dan the best photogenic, beauty
class, dan masih banyak lagi.
Selama 1 minggu terakhir kita
meriview dan mengulang pelatihan-pelatihan untuk malam final agar menjadi
matang dan sempurna. Minggu terakhir merupakan minggu terlelah dari minggu yang
lainnya. Kita latihan setiap hari(libur di hari tertentu) di GOR Senen dari jam
4 sore sampai jam 10 atau bisa sampai jam 12 malam jika memang benar-benar
harus. Tidak sedikit yang mengundurkan diri karena tidak kuat, kebanyakan dari
para wanita, namun saya harus bertahan untuk menjadi yang terbaik.
Saat malam final yang dilakukan di
GOR Cempaka Putih, saya berhasil menjadi Favorite Remaja Ceria Jakarta Pusat,
dari 30 finalis terdapat 16 pemenang atau 8 pasang. Para pemenang nantinya akan
mengikuti pelatihan lagi untuk Remaja Ceria DKI Jakarta. Latihan Remaja Ceria
DKI Jakarta dilakukan hampir sama seperti saat di Jakarta Pusat, namun
latihannya berpindah-pindah di GOR masing-masing wilayah selama kurang lebih 1
bulan. Namun saat malam final saya tidak berhasil menjadi pemenang.
2. OSIS/MPK
Saya
mengikuti organisasi ini saat SMA yang merupakan organisasi teratas di sekolah.
Yang saya lakukan saat di organisasi ini adalah bagaimana saya mengatur jadwal
sekolah saya dengan kepentingan organisasi, menjalankan dan mengatur sebuah
event, seperti Pensi, lomba dan sebagainya, dan masih banyak lagi.
Pada saat
kelas satu sampai kelas dua saya menjabat sebagai Wakil II Ketua MPK dan kelas
dua sampai kelas tiga saya menjabat sebagai Bendahara MPK.
Yang paling
saya ingat adalah saat penerimaan siswa/i baru setiap tahunnya, kita dipercaya
untuk mengatur jalannya OSPEK/MOS di sekolah. Dan beberapa acara pelantikan
yang dilakukan di luar sekolah.
Mengikuti
organisasi ini, kita juga dituntut untuk menjadi contoh yang baik bagi adik
kelas di sekolah, seperti berperilaku yang baik, berwibawa, saling menolong,
dan merangkul atau menjadi wadah bagi organisasi yang lain. Karena bagi saya
menjadi suatu kebanggaan untuk memakai Almamater berwarna biru yang bertuliskan
OSIS/MPK.
3. Paskibra
Organisasi
ini juga saya ikuti saat saya SMA. Yang saya lakukan adalah saya di ajarkan
untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, Baris berbaris, dan latihan untuk
upacara bendera. Saya juga mendapat banyak teman baru.
Ada beberapa
tahap yang harus dilakukan untuk menjadi anggota yaitu dengan mengikut
pelantikan-pelantikan yang sudah ada dari awal paskibra SMA saya dibuat.