Selasa, 25 November 2014 - , , 0 komentar

Mengecek Daftar Penulisan Dosen Universitas Gunadarma pada Search Engine Citeseer

Daftar Materi Tulisan Dosen Sistem Informatika dan Manajemen Informatika Universitas Gunadarma pada search engine Citeseer.


No
Nama Dosen
Jumlah Penulisan
Nama Materi Tulisan
1
Dr. Setia Wirawan, SKom, MMSI
0
2
Dr. Ana Kurniawati, ST, MMSI
0
3
Diah Elia Hikmah, SSi, MMSi
0
4
Dina Agusten, ST., MMSI
0
5
Novia Fatimah, MT
0
6
Nova Anggrainie
0
7
Ratri Purwaningtyas
0
8
Heru Purnomo
0
9
Maria T A Dewi
0
10
Desti Riminarsih
0
11
Ira Diana Sholihati
0
12
Fajar Dwindy Putrawan
0
13
Mara Nugraha
0
14
Rini Arianty
0
15
Maulana Mujahiddin
0
16
Nuke Farida
0
17
Budi Setiawan
1
Detecting Pupil and Iris under Uncontrolled Illumination using Fixed-Hough Circle Transform
18
Farida
0
19
Eka Miranda
0
20
Widya Silfianti
1

E-Government Implementation in Indonesia: Financial Transparency on the Web

21
Silvia Harlena
1

Effect of Social Media on Website Popularity: Differences between Public and Private Universities in Indonesia

22
Taufik Hidayat
0
23
Wawan Wuryantoro
0
24
Yulia Chalri
0
25
Dhian Sweethania
0
Total Penulisan
3
Minggu, 23 November 2014 - , , 0 komentar

Program Bahasa C

Codingannya :
#include <iostream>
#include <stdio.h>
#include <conio.h>

main()
{
int jml, harga, tunai;
float jum_bayar, total, kembalian, jum_harga;
char produk[20];
double tot_beli, potongan;

puts("Masukan Nama Produk = "); gets(produk);
printf("Masukan Harga = "); scanf("%d", &harga);
printf("Masukan Jumlah Beli = "); scanf("%d", &jml);
printf("======================================\n");
printf("\t Andre Mart \n");
printf("\t Jakarta \n");
printf("\t Depok \n");
   printf("=====================================\n");
   printf(" Nama Produk   = %s\n",produk);
   printf(" Harga         = Rp. %d \n",harga);
   printf(" Jumlah Beli   = Rp. %d \n",jml);
   jum_harga = jml*harga;
   printf (" total pembelian = Rp. %1.1f \n",jum_harga) ;
   printf("===================================(+)\n");
   std::cout <<"total pembelian Rp. ";
     std::cin>>tot_beli;
   if (tot_beli >= 200000)
       potongan = 100000;
   std::cout <<"besarnya potongan Rp."<<potongan<<std::endl;
     jum_bayar = tot_beli - potongan;
   std::cout<<"jumlah yang harus dibayarkan Rp."<<jum_bayar;
   printf(" \n Tunai         = Rp. ");scanf("%d",&tunai);
   printf("===================================(-)\n");
   kembalian=tunai-jum_bayar;
   printf(" Kembalian     = Rp. %1.1f \n",kembalian);
   printf("=====================================\n");
   printf("\t     Terima Kasih\n");
   printf("-------------------------------------\n");
   printf( "\t  Andre Pratama Wijaya(50413916)              \n");
getchar();
}

Outputnya :
Penjelasan :
  • ·         Kegunaan dari "#include<>"sebagai library dan ini sangat wajib di perlukan di koding , koding tidak akan berjalan tanpa "#include<>" dan di atas saya mengunakan "#include<stdio.h>" berarti saya mengambil kosa kata dari stdio.h , contoh kosa kata yang termasuk dalam "stdio.h" adalah "printf" dan banyak lain nya .
  • ·         Printf , untuk mengeluarkan output. Scanf untuk menginput data baik berupa bilangan, karakter, ataupun kalimat secara terformat.
  • ·         Pertama-tama kita masukkan nama produk, kemudian perintah untuk memasukkan harga dan jumlah beli. %d digunakan untuk menampilkan nilai decimal integer.
  • ·         Lalu perintah untuk mencetak nama toko dan kota. Kemudian perintah untuk memasukkan nama produk, harga, dan jumlah beli. %s digunakan untuk menampilkan nilai string. \n untuk ganti baris baru (new line).
  • ·         Untuk menghitung jumlah harga, dengan cara jml_harga = jumlah*harga.
  • ·         Kemudian mencetak total pembelian dari hasil proses dalam menghitung jumlah harga.
  • ·         Mulai pengecekan kondisi jika total beli >= 200000 maka akan mendapatkan potongan sebesar 100000, lalu mencetak besarnya potongan dan jum_bayarnya dihitung menjadi tot_beli – potongan, dan mencetak hasil tunainya. Dan untuk menghitung kembalian dengan tunai – jum_bayar, lalu mencetak besar kembaliannya.

Jumat, 21 November 2014 - , 0 komentar

Tugas Matematika Informatika


Nama : Andre Pratama Wijaya
NPM  : 50413916
Kelas : 2IA14



1. Jika diketahui Yn = 8n dan Zn = 2 untuk n ≥ 0 dan Xn = Yn + Zn, maka...
A. Xn = 8n + 8
B. Xn = 8 + 8n
C. Xn = 8n
D. Xn = 8n + 2
E. Xn = 2 + 8n

 

JAWAB:

 

Jumlah dari dua fungsi numerik adalah sebuah fungsi numerik yang harganya pada n tertentu sama dengan jumlah harga-harga dari kedua fungsi numerik pada n. Jika Yn = 8n dan Zn = 2 dan Xn = Yn + Zn maka Xn = 8n 2

 

2. Jika diketahui Yn = 4n dan Zn = 6 untuk n ≥ 0 dan Xn = Yn . Zn, maka...
A. Xn = 4n
B. Xn = 6(4)
C. Xn = 4(6)
D. Xn = 6
E. Xn = 4(6)

 

JAWAB :

 

Hasil kali dari dua fungsi numerik adalah sebuah fungsi numerik yang harganya pada n tertentu sama dengan hasil kali harga-harga dari kedua fungsi numerik pada n.Jika Yn = 4n dan Zn = 6 dan Xn = Yn . Zn maka Xn = 6(4n) 

 

3. Jika Xn = 6n dan Yn = S-2 untuk n ≥ 0, maka...
A. Yn = 6n+2
B. Yn = 62
C. Yn = 6n-2
D. Yn = 6n
E. Yn = 62n

 

JAWAB :

 

Misalkan An adalah sebuah fungsi numerik dan i adalah sebuah integer positif. Kita gunakan S-iA untuk menyatakan fungsi numerik yang nilainya sama dengan A n+i pada n ≥ 0.

Dengan rumus : S-iA = A n+i

Jika Xn = 6n dan Yn = S-2 maka Yn = 6n+2

 

4.Jika An = 3n dan Bn = ΔA untuk n ≥ 0,maka....

A. Bn = 3n + n
B. Bn = 3n – n
C. Bn = 3n-1
D. Bn = 3n+1 – 3n
E. Bn = 3n+1 + 3n

 

JAWAB :

 

ΔA adalah beda maju dari An. Beda maju (forward difference) dari sebuah fungsi numerik An adalah sebuah fungsi numerik yang dinyatakan dengan ΔA , dimana harga ΔA pada n sama dengan harga An+1 - An sehingga jika An = 3n dan Bn = ΔA maka Bn = 3n+1 – 3n

 

5. Jika bn = 7n , n ≥ 0 dan en = Δb, tentukan  maka en= …

A.e= 7 n+1, n ≥ 0

B.en = 7 n+1-7n, n ≥ 0

C. en = 7 n, n ≥ 0

D.en = 7 n-1  + 7n, n ≥ 0

E.en = 7 n – 7n, n ≥ 0

 

JAWAB :

 

ΔA adalah beda maju dari bn. Beda maju (forward difference) dari sebuah fungsi numerik bn adalah sebuah fungsi numerik yang dinyatakan dengan ΔA , dimana harga ΔA pada n sama dengan harga An+1 - An sehingga jika bn = 7n dan en = ΔA maka  en = 7n, n  0

 

6. Jika diketahui Yn = 2n dan Zn = 4 untuk n ≥ 0 dan Xn = Yn . Zn, maka...
a. Xn = 2n
b. Xn = 2(4)
c. Xn = 4(2)
d. Xn = 4
e. Xn = 2(4)

 

JAWAB :

 

Hasil kali dari dua fungsi numerik adalah sebuah fungsi numerik yang harganya pada n tertentu sama dengan hasil kali harga-harga dari kedua fungsi numerik pada n.Jika Yn = 2n dan Zn = 4 dan Xn = Yn . Zn maka Xn = 4(2n) 

 

 

 

Minggu, 02 November 2014 - , , 0 komentar

Program Cobol

File Sequental
     File Sequental adalah salah satu organisasi file yang memungkinkan pengakssan record di file secara berurutan. Urutan data record yang direkam di file sama dengan urutan sewaktu data itu direkam. Urutan tidak berubah walaupun data baru ditambahkan. Data baru yang direkam akan menempati urutan record selanjutnya setelah record terakhir yang telah ada. Berikut adalah gambaran mengenai algoritma untuk update data secara sequential dalam sebuah program cobol.

Algoritma
Dengan penjelasan seperti diatas, maka jika saya gambarkan algoritma untuk update data secara sequential sebuah toko dengan flowchart akan tampak seperti ini.



1. Proses penulisan algoritma dalam flowchart dimulai.

2. Pertama yang saya lakukan adalah menginput data awal. Disini saya menggunakan variabel dibawah ini sebagai contoh.
NAMA : variable yang saya gunakan untuk nama barang
HARGA : variable yang saya gunakan untuk harga barang
QUANTITY : variable yang saya gunakan untuk jumlah barang

3. Read ini digunakan untuk membaca record dari file01, read ini sendiri digunakan untuk menampung data. Sebagai contoh disini saya menggunakan variabel dibawah ini untuk menampung data inputan.
NMBRG : variable yang saya gunakan untuk menampung data/ menyimpan data dari nama barang
HRG : variable yang saya gunakan untuk menampung data/ menyimpan data dari harga barang
QTY : variable yang saya gunakan untuk menampung data/ menyimpan data dari jumlah barang

4. Menyeleksi record, jika isinya sama dengan /* maka proses akan berakhir.

5. Pada proses ini saya gunakan untuk memindahkan record dari file01 didalam variable NMBRG, HRG, QTY ke variable penampung untuk file02. Contoh variablenya:
NMBRGS : variable untuk nama
HRGS : variable untuk npm
QTYS : variable untuk kelas

6. Digunakan untuk memindahkan data di variable penampung ke dalam file02

7. Digunakan untuk menyeleksi isi dari nilai variable NMBRG, jika isi NMBRG tidak sama dengan ‘PENSIL' maka proses akan kembali ke langkah 3 untuk membaca record selanjutnya.

8. Digunakan untuk memindahkan data yang akan disisipkan ke variable penampung untuk file02. Data yang akan disisipkan ini tersimpan didalam variable NMBRGS,HRGS, QTYS.

9. Digunakan untuk memindahkan data didalam variable penampung ke dalam file file02.

10. kembali ke langkah 3 untuk membaca data berikutnya.

11. Proses dihentikan.

http://belajar-barengan.blogspot.com/2014/01/sod1-sequential-file.html

Jumat, 24 Oktober 2014 - , , 0 komentar

Pembentukan Lebih Lanjut

       Pembentukan lebih lanjut adalah pembentukan kata turunan melalui proses morfologi bahasa Indonesia dengan kata-kata serapan sebagai bentuk dasarnya.

    Proses pembentukan ada 3 macam, yaitu pengimbuhan, pengulangan, dan pemajemukan. Dalam kaitannya dengan unsur serapan, pembicaraan hanya menyangkut pengimbuhan, karena dalam pengulangan dan pemajemukan tidak ada yang perlu dibicarakan. Pembicaraan mengenai pembentukan lebih lanjut sebenarnya sudah dimulai ketika dibicarakan konfiks peng-an dan ke-an dengan unsur serapan sebagai kata dasarnya. Dalam kaitannya dengan penambahan awalan meng-, peng-, dan peng-an, perlu diamati apakah kata dasar yang berupa kata serapan itu diperlakukan sama atau berbeda dengan kata-kata yang lebih asli.
·         
  •  Kata-kata yang diawali oleh konsonan hambatan tak bersuara /p/, /t/, /k/, dan geseran apiko-alveolar /s/ jika mendapat awalan meng- atau peng- fonem tersebut hilang atau luluh, contoh pukul menjadi memukul dan pemukul, tolong menjadi menolong dan penolong. Tono memukul adiknya sampai menangis.
  •  Kata serapan yang diawali dengan konsonan hambatan bilabial tak bersuara /p/, jika mendapat awalan meng- dan peng-, atau peng-an seperti contoh : paket menjadi memaket dan pemaketan, potret menjadi memotret dan pemotretan. Andi memotret pemandangan pegunungan dengan sangat indah.
  •   Kata serapan yang diawali dengan konsonan hambatan apiko dental tak bersuara /t/, jika mendapat awalan meng- dan peng-an seperti contoh telpon menjadi menelpon dan penelponan, teror menjadi meneror dan peneroran. Sandy menelpon ayahnya yang sedang sakit.
  •  Konsonan geseran labio-dental tak bersuara /f/ dulu disesuaikan dengan system fonologi bahasa Indonesia menjadi /p/. Yang sudah disesuaikan menjadi /p/ mengalami penghilangan atau luluh, sedang apabila tetap /f/  mendapat sengauan yang homorgan, yaitu /m/. contoh pikir menjadi memikirkan dan pemikiran. Alam memikirkan tugas-tugasnya yang sudah menumpuk.
  •  Konsonan hambatan dorso-velar tak bersuara /k/ yang mengalami kata-kata katrol, kontak, konsep, dan keker luluh apabila mendapat awalan meng- atau konfiks peng-an.
  •  Kata-kata serapan yang diawali dengan fonem geseran apiko-dental tak bersuara /s/ ada yang mengalami peluluhan ada yang tidak. Contohnya adalah sample, seior, sekrup, dan setop.
  •  Kata dasar serapan yang diawali oleh gugus konsonan /pr/ seperti protes, program, produksi, dan praktik jika mendapat awalan meng-/p/ tidak luluh, tetapi apabila mendapat konfiks peng-an /p/nya menjadi luluh.
  •  Kata serapan yang diawali dengan gugus konsonan /tr/, /st/, /sk/, /sp/, /pl/, /kl/, konsonan yang awalnya tidak pernah mengalami peleburan, baik dalam pembentukan dengan awalan meng-, peng-, maupun konfiks peng-an, contohnya mentraktir, pentraktir, menstabilkan, penstabil, penstabilan, menskalakan, penskala, penskalaan. Andi mentraktir teman-temannya di cafe stroberry.