1.
Penulisan Huruf
i)
Kapital
Selain untuk mengawali kalimat yang baru, huruf kapital
juga digunakan sebagai huruf awal pada nama diri. Ucapan langsung juga diawali
dengan huruf kapital. Nama Tuhan, Gelar kehormatan, nama instansi, nama daerah
juga diawali dengan huruf kapital. Kemudian kata-kata yang digunakan dalam
pengertian khusus harus ditulis dengan huruf kapital, sedangkan kata-kata
dengan pengertian umum ditulis dengan huruf kecil. Kata presiden, gubernur,
universitas, atau fakultas misalnya, dalam pengertian umum ditulis dengan huruf
kecil.
Contoh : -Aldian
membeli buku baru kemarin.
-Gubernur
Kota Bekasi baru saja membuat gebrakan baru.
ii)
Tebal dan Miring
Seperti halnya nama lembaga, judul buku atau karangan
kata-katanya harus diawali dengan kapital. Kecualiyang berupa kata tugas.
Berbeda dengan nama lembaga, judul buku atau nama majalah, harus ditulis dengan
huruf tebal. Judul karangan yang dimuat dalam majalah atau dalam buku kumpulan
karangan, atau judul satu bab dari suatu buku yang harus ditulis dengan huruf
miring, kalaudiketik atau ditulis tangan diantara tanda petik. Huruf miring
juga digunakan untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing yang belum
disesuaikan ejaannya.
Contoh :-nama majalah: Bahasa
Inggris Dasar
-“Peran Mahasiswa dalam
menanggulangi Narkoba”
2. Penulisan
Partikel dan Awalan
Ada kata atau awalan yang harus
ditulis serangkai, yaitu adi-misalnya
pada adidaya, adikuasa. Kata antara ditulis terpisah, tetapi antar- ditulis serangkai. Contoh: antarkota, antarpulau. Kata-kata yang
harus ditulis serangkai ialah: padahal,
daripada,barangkali, sekaligus, apabila, bilamana, jikakalau, andaikata,
manakala.
3. Penulisan
Bilangan
Bilangan yang menunjukkan tahun,
jam, tanggal, nomor rumah, harus ditulis dengan angka. Disamping itu jumlah
seperti uang, luas tanah, berat suatu benda, jarak antara suatu tempat dengan
tempat lain, singkatan jumlah yang menyatakan ukuran dengan timbangan, selalu
ditulis dengan anka, atau kadang ditulis dengan angka tetapi juga disertai
dengan huruf yang di taruh di antara tanda kurung.
Contoh : -Sekarang pukul 18.30
-Berat pria itu 75 kg
4.
Tanda Baca
i) Tanda Titik(.)
Disamping menandai
berakhirnya kalimat, titik juga digunakan sesudah nomor bab atau subbab atau
bagaian dari subbab. Singkatan dengan huruf kapital yang merupakan gelar yang
diletakkan dibelakan nama harus menggunakan titik dibelakan tanda koma. Tanda
titik juga digunakan dalam daftar pustaka yang rujukannyamenggunakan sistem
rujukan tahun dan halaman. Karangan yang menggunakan rujukan pengarang atau
penyunting, antara judul buku dan kota penerbit.
Contoh :- Dr. Andre
Pratama, S.K. M.M.
-Pratama, Andre. 2014. Bahasa Inggris Modern. Jakarta :
Pustaka Rakyat
ii) Tanda Koma(,)
Digunakan untuk
menandai adanya jeda atau kesenyapan antara dalam suatu kalimat. Tanda koma
juga digunakan untuk memisahkan dua kalimat yang setara yang dihubungkan dengan
kata tetapi, atau, melainkan. Tanda koma juga dipakai di antara nama dan
alamat, bagian- bagian alamat, dan di antara nama tempat dan wilayah suatu
negara yang ditulis secara beruntun.
Contoh : -Ayah berkata, “Makan dulu, baru boleh main”
-Wanita itu cantik, tetapi akhlaknya tidak baik
iii) Titik Koma(;)
Digunakan
untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara. Juga digunakan untuk
membatasi bagian-bagian kalimat yang sudah mengandung koma, untuk memisahkan
kalimat-kalimat dalam suatu perincian. Dalam surat-surat keputusan tanda titik
koma banyak digunakan untuk membatasi kalimat-kalimat yang merupakan bagian
dari konsideransi dan bagian dari isi putusan itu sendiri.
Contoh :- Di toko buku itu Adi membeli
majalah, buku fisika dan buku matematika; sedang Andre membeli buku bahasa inggris
dan buku kimia.
-Semua murid diperlakukan sama; tidak
ada yg dibedakan.
iv) Titik Dua
Dipakai
akhir suatu pernyataan yang lengkap dan diikuti oleh rangkaian atau perincian.
Juga dalam surat-surat undangan yang menyebutkan hari/tanggal, pukul, tempat.
Dan juga untuk membatasi judul karangan dengan subjudulnya, diantara surat dan
ayat dalam kitab suci.
Contoh
: -Joko memiliki dua buku : buku matematika dan buku fisika
-dalam bentuk formula, misalnya pemerian
suatu organisasi sebagai berikut:
Ketua :
Siti
Wakil Ketua :
Badriah
Sekretaris :
Soimah
Bendahara :
Joko
v) Tanda Petik
Penggunaan
tanda petik dalam petikan langsung tidak dicetak dengan huruf miring. Dalam
karangan tercetak juga tanda petik digunakan untuk menandai kata-kata yang
tidak digunakan dalam arti yang sebenarnya. Contoh : Itu dia “pahlawan” kita
datang.
vi) Tanda Hubung
Digunakan
untuk menghubungkan kata-kata yang diulang seperti meja-meja. Digunakan juga
untuk membatasi tanggal,bulan, dan tahun.
Contoh
: -Bandung, 11-12-1995
-Tuhan selalu melindungi
hamba-nya.
5. Tanda-tanda
Baca Yang Lain
Seperti
pisah(-), elipsis(...), tanda tanya(?), tanda kurung( ), tanda siku([]),garis
miring(/) dan tanda penyingkat/apostrof(‘)
Contoh :-Kemerdekaan
bangsa itu - saya yakin akan tercapai – diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri,
Pukul 09.00 – 12.00
-Bakilah
kalau tidak mau... yah..., biarkan saja.
-Ia
lahir tahun 2012(?), Rumahnya ada dimana-mana(?)telah disita
-MOI(Mall
Of Indonesia), DIK(Daftar Isi Kerja)
-Buka
Bab 2[lihat halaman 15 – 20]
-RT003/011,
NO:9/TP09/M/99
-Desember’12,
Indah ‘lah sampai.
0 komentar:
Posting Komentar