Rabu, 15 Oktober 2014 - , , 0 komentar

UCAPAN DAN EJAAN


1.       Penulisan Huruf
i)        Kapital
Selain untuk mengawali kalimat yang baru, huruf kapital juga digunakan sebagai huruf awal pada nama diri. Ucapan langsung juga diawali dengan huruf kapital. Nama Tuhan, Gelar kehormatan, nama instansi, nama daerah juga diawali dengan huruf kapital. Kemudian kata-kata yang digunakan dalam pengertian khusus harus ditulis dengan huruf kapital, sedangkan kata-kata dengan pengertian umum ditulis dengan huruf kecil. Kata presiden, gubernur, universitas, atau fakultas misalnya, dalam pengertian umum ditulis dengan huruf kecil.
Contoh : -Aldian membeli buku baru kemarin.
                                 -Gubernur Kota Bekasi baru saja membuat gebrakan baru.
ii)       Tebal dan Miring
Seperti halnya nama lembaga, judul buku atau karangan kata-katanya harus diawali dengan kapital. Kecualiyang berupa kata tugas. Berbeda dengan nama lembaga, judul buku atau nama majalah, harus ditulis dengan huruf tebal. Judul karangan yang dimuat dalam majalah atau dalam buku kumpulan karangan, atau judul satu bab dari suatu buku yang harus ditulis dengan huruf miring, kalaudiketik atau ditulis tangan diantara tanda petik. Huruf miring juga digunakan untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing yang belum disesuaikan ejaannya.
Contoh :-nama majalah: Bahasa Inggris Dasar
             -“Peran Mahasiswa dalam menanggulangi Narkoba”

2.       Penulisan Partikel dan Awalan
Ada kata atau awalan yang harus ditulis serangkai, yaitu adi-misalnya pada adidaya, adikuasa. Kata antara ditulis terpisah, tetapi antar- ditulis serangkai. Contoh: antarkota, antarpulau. Kata-kata yang harus ditulis serangkai ialah: padahal, daripada,barangkali, sekaligus, apabila, bilamana, jikakalau, andaikata, manakala.

3.       Penulisan Bilangan
Bilangan yang menunjukkan tahun, jam, tanggal, nomor rumah, harus ditulis dengan angka. Disamping itu jumlah seperti uang, luas tanah, berat suatu benda, jarak antara suatu tempat dengan tempat lain, singkatan jumlah yang menyatakan ukuran dengan timbangan, selalu ditulis dengan anka, atau kadang ditulis dengan angka tetapi juga disertai dengan huruf yang di taruh di antara tanda kurung.
Contoh : -Sekarang pukul 18.30
                  -Berat pria itu 75 kg

4.       Tanda Baca
i)    Tanda Titik(.)
 Disamping menandai berakhirnya kalimat, titik juga digunakan sesudah nomor bab atau subbab atau bagaian dari subbab. Singkatan dengan huruf kapital yang merupakan gelar yang diletakkan dibelakan nama harus menggunakan titik dibelakan tanda koma. Tanda titik juga digunakan dalam daftar pustaka yang rujukannyamenggunakan sistem rujukan tahun dan halaman. Karangan yang menggunakan rujukan pengarang atau penyunting, antara judul buku dan kota penerbit.
Contoh :- Dr. Andre Pratama, S.K. M.M.
                              -Pratama, Andre. 2014. Bahasa Inggris Modern. Jakarta : Pustaka Rakyat
ii)     Tanda Koma(,)         
Digunakan untuk menandai adanya jeda atau kesenyapan antara dalam suatu kalimat. Tanda koma juga digunakan untuk memisahkan dua kalimat yang setara yang dihubungkan dengan kata tetapi, atau, melainkan. Tanda koma juga dipakai di antara nama dan alamat, bagian- bagian alamat, dan di antara nama tempat dan wilayah suatu negara yang ditulis secara beruntun.
Contoh : -Ayah berkata, “Makan dulu, baru boleh main”
                                 -Wanita itu cantik, tetapi akhlaknya tidak baik
iii)    Titik Koma(;)          
Digunakan untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara. Juga digunakan untuk membatasi bagian-bagian kalimat yang sudah mengandung koma, untuk memisahkan kalimat-kalimat dalam suatu perincian. Dalam surat-surat keputusan tanda titik koma banyak digunakan untuk membatasi kalimat-kalimat yang merupakan bagian dari konsideransi dan bagian dari isi putusan itu sendiri.
Contoh :- Di toko buku itu Adi membeli majalah, buku fisika dan buku matematika;     sedang Andre membeli buku bahasa inggris dan buku kimia.
                                 -Semua murid diperlakukan sama; tidak ada yg dibedakan.
              iv)    Titik Dua
Dipakai akhir suatu pernyataan yang lengkap dan diikuti oleh rangkaian atau perincian. Juga dalam surat-surat undangan yang menyebutkan hari/tanggal, pukul, tempat. Dan juga untuk membatasi judul karangan dengan subjudulnya, diantara surat dan ayat dalam kitab suci.
Contoh : -Joko memiliki dua buku : buku matematika dan buku fisika
                                 -dalam bentuk formula, misalnya pemerian suatu organisasi sebagai berikut:
                                   Ketua                : Siti
                                   Wakil Ketua     : Badriah
                                   Sekretaris         : Soimah
                                   Bendahara       : Joko
v)     Tanda Petik
Penggunaan tanda petik dalam petikan langsung tidak dicetak dengan huruf miring. Dalam karangan tercetak juga tanda petik digunakan untuk menandai kata-kata yang tidak digunakan dalam arti yang sebenarnya. Contoh : Itu dia “pahlawan” kita datang.
vi)    Tanda Hubung
Digunakan untuk menghubungkan kata-kata yang diulang seperti meja-meja. Digunakan juga untuk membatasi tanggal,bulan, dan tahun.
Contoh : -Bandung, 11-12-1995
                      -Tuhan selalu melindungi hamba-nya.



5.       Tanda-tanda Baca Yang Lain
Seperti pisah(-), elipsis(...), tanda tanya(?), tanda kurung( ), tanda siku([]),garis miring(/) dan tanda penyingkat/apostrof(‘)
Contoh :-Kemerdekaan bangsa itu - saya yakin akan tercapai – diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri, Pukul 09.00 – 12.00
                                -Bakilah kalau tidak mau... yah..., biarkan saja.
                                -Ia lahir tahun 2012(?), Rumahnya ada dimana-mana(?)telah disita
                                -MOI(Mall Of Indonesia), DIK(Daftar Isi Kerja)
                                -Buka Bab 2[lihat halaman 15 – 20]
                                -RT003/011, NO:9/TP09/M/99
                                -Desember’12, Indah ‘lah sampai.
                         

0 komentar:

Posting Komentar